-- advertise --

Begini Cara Brenton Tarrant Rencanakan Aksi Brutal di Masjid An-Noor

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Christchurch – Terdakwa Brenton Harrison Tarrant (28), telah merencanakan aksi penembakan massal jemaah masjid di Selandia Baru, Jumat(15/3/2019) siang.

Dalam beberapa poin yang dipublikasikan Sky News Sabtu (16/3/2019), Tarrant menyatakan aksi yang dilakukannya merupakan wujud membela kulit putih dari “penjajah.”

Bahkan pria asal Grafton, Australia itu telah merencanakan aksi teror brutalnya sejak tiga bulan lalu. Tarrant menyusun manifesto berjudul “The Great Replacement” sebelum melancarkan aksinya.

Dalam manifesto itu, Tarrant mengungkapkan motifnya menyerang Masjid Al Noor dan Linwood. Meski demikian, Tarrant mengaku bahwa dirinya tidak berafiliasi dengan kelompok atau pemerintahan tertentu.

Tarrant melancarkan serangan tersebut karena meyakini telah terjadi genosida putih dan sejumlah serangan teror di Eropa. Hal itu menyebabkan dirinya menjadi radikal. Dalam manifesto setebal 17 halaman tersebut, Tarrant mewawancarai dirinya sendiri dengan mengungkapkan keyakinannya bahwa dia seorang rasis. Ia juga mengutarakan, siap mati dalam serangan.

Hal menarik lainnya dalam manifesto Tarrat, ia menyamakan dirinya dengan pejuang apartheid sekaligus mendiang Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Sekaligus mengklaim bahwa dirinya berhak mendapatkan Nobel Perdamaian.

Selain itu, Tarrat juga mengaku sebagai pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump dianggapnya sebagai simbol identitas kulit putih yang baru. Namun Tarrant menolak kebijakannya.

Seorang pejabat Turki kepada Sky News menuturkan, Tarrant diyakini pernah menghabiskan waktu di negara yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan itu. Berdasarkan informasi yang mereka gali, Tarrant diduga beberapa kali pergi ke Turki dan menghabiskan waktu yang cukup lama di sana.

“Saat ini kami tengah menyelidiki pergerakan teroris itu dan kontak yang dibuatnya dengan orang lain selama berada di negara ini,” ucap pejabat Turki tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, Brenton Tarrant menyerang Masjid An-Noor dan Linwood saat jemaah sedang melaksanakan Shalat Jumat (15/3/2019) siang. Mengenakan pakaian militer, Tarrant membawa senapan serbu serta shotgun. Dilaporkan 49 orang tewas dalam serangan membabi buta tersebut. Sebanyak 41 korban tewas, ditemukan di Masjid Al Noor.

Akibat ulahnya, Brenton Tarrant diancam hukuman penjara seumur hidup. Pihak Kepolisian di Selandia Baru juga melansir, bahwa Tarrant bakal terkena dakwaan tambahan. Namun, banyak juga warga dunia menandatangani petisi di situs change.org agar Brenton Tarrant dihukum mati. [tsr]



Reporter  :   
Editor       :
Berita Terbaru lainnya