-- advertise --

Indonesia-Australia Saling Tukar Budaya Kontemporer Lewat Sinema

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Jakarta – Beragam film Australia dan Indonesia akan diputar secara gratis di Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2019, 14-31 Maret mendatang. Termasuk film-film pendek pilihan yang ditampilkan di Flickerfest. Festival film pendek Australia yang terkenal di dunia.

“Warga Australia dan Indonesia berbagi kecintaan terhadap karya visual, terutama film,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Mr Gary Quinlan dalam siaran persnya, Jumat (8/3/2019).

Menurut Quinlan, sarana visual cukup efektif untuk mempresentasikan pemahaman tentang budaya. “Film adalah salah satu media terbaik untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih besar tentang negara dan budaya lain. Festival Sinema Australia Indonesia 2019 menawarkan jendela unik ke Australia kontemporer,” paparnya.

Festival ini akan dibuka dengan pemutaran perdana Ladies in Black di Indonesia. Sebuah film berlatar tahun 1959 yang menunjukkan awal mula transformasi Australia menjadi negara multikultural. Lalu, kebangkitan kemerdekaan perempuan di masyarakat.

Selain itu, akan ditampilkan juga film dokumenter tentang salah satu seniman penduduk asli Australia yang paling terkenal, Gurrumul.

Begitu juga dengan pernyataan sutradara dan penulis film dokumenter Paul Damien Williams. Ia akan menghadiri festival dan menyapa penggemar film di Jakarta dan Mataram. Serta didukung dari mitra berkelanjutan festival ini, Qantas.

Ada juga judul-judul film Australia lain yang akan diputar dalam FSAI. Antara lain, Storm Boy, film thriller, ilmiah alien Occupation, dan fitur dokumenter tentang paduan suara perempuan penduduk asli Australia, The Song Keepers.

Lalu ada juga film yang kembali tayang karena permintaan khalayak ramai. Susunan film pada festival kali ini juga mencakup karya alumni Australia asal Indonesia. Termasuk karya film klasik modern Ada Apa Dengan Cinta? dan Ada Apa Dengan Cinta 2 dari produser Mira Lesmana selaku Sahabat FSAI tahun ini.

Penonton pun berkesempatan untuk menonton film pemenang penghargaan karya Kamila Andini, The Seen and Unseen.

Untuk diketahui, FSAI 2019 ini merupakan perhelatan tahun keempat. Film-film yang ditayangkan, yaitu film-film terbaik dari Australia dan Indonesia. Sasarannya, penonton di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan, untuk pertama kalinya tahun ini, Bandung dan Mataram, Lombok.

FSAI didukung oleh Australia now ASEAN. Sebuah inisiatif pemerintah Australia untuk merayakan inovasi, kreativitas dan gaya hidup Australia di Asia Tenggara sepanjang 2019. Untuk informasi dan tiket pemutaran film tersedia secara gratis di situs fsai2019.eventbrite.com.

Berikut jadwal pemutaran fil, di beberapa kota besar Indonesia:
Jakarta 14-17 March 2019 CGV Grand Indonesia
Mataram 15-17 March 2019 CGV Transmart Mataram
Makassar 22-24 March 2019 CGV Daya Grand Square
Bandung 23-24 March 2019 CGV 23 Paskal Shopping Center
Surabaya 29-31 March 2019 CGV Marvell City

[tsr]



Reporter  :   
Editor       :
Berita Terbaru lainnya