-- advertise --

Bawaslu Ungkap Proses Penyebaran Hoax

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Bali – Bawaslu punya pandangan sendiri terkait penyebaran berita bohong alias hoax. Modusnya, hoax sengaja dibuat dan diunggah ke media abal-abal. Kemudian disebarkan ke media sosial (medsos).

“Modus yang sekarang terjadi, begitu hoax dibikin oleh media, dengan tanda kutip media abal-abal, di capture di medsos. Kalau ini menyebar di media sosial tidak akan selesai,” ungkap anggota Bawaslu Mohammad Afifuddin saat diskusi bersama media di Bali, Jumat (15/3/2019).

Apalagi, lanjutnya, media-media tersebut dapat dibuat tanpa verifikasi Dewan Pers. “Ini adalah daya rusak bagi kami dalam kaitan dengan penyelenggaraan pemilu,” tuturnya.

Namun, Afif menilai, hoax justru menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi bagi penyelenggara Pemilu. Khususnya terhadap penyebaran hoax.

“(Hoax) Ini menyita energi, baik KPU maupun Bawaslu, tetapi sekaligus tantangan. Makanya di indeks kerawanan kami (Bawaslu) juga pemetaan kerawanan pemilu diantaranya diinisiasi oleh penyebaran hoax,” tandas Afif.

Hadir dalam dikusi kali ini, Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho, Sekretaris Jenderal KIPP, Kaka Suminta dan Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif, Veri Junaidi. [tsr]



Reporter  : Gomes Roberto   
Editor       : Tangguh Sipria Riang
Berita Terbaru lainnya