-- advertise --

Penyelenggara Pemilu Alami 66 Kasus Kekerasan

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Jakarta – Jelang pemilu serentak 2019, ada puluhan kasus kekerasan terhadap penyelenggara pesta demokrasi. Totalnya, ada 66 kasus kekerasan yang dialami penyelenggara pemilu.

“Ada 66 kasus dimana jajaran kami menerima kekerasan, dari awal tahapan pemilu sampai 5 Maret,” ungkap anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Sebagian besar kasusnya, papar Afif, terjadi pemukulan terhadap petugas di lapangan. Beberapa diantaranya, menyebabkan petugas perempuan terluka. “Satu pengawas perempuan salah satu desa di Maluku dipukul sampai lebam. Pelaku sudah (ditetapkan) tersangka. Ada kejadian paskasidang, penanganan kasus pelanggaran di Sultra (Sulawesi Tenggara), temen KPU dipukul pelapor,” jelasnya.

Bahkan, Afif sendiri juga ikut mengalami kekerasan serupa. Saat itu, kisahnya, Afif dan romobgan tengah berada di kendaraan dinasnya menuju Garut, Jawa Barat, sekira dua minggu lalu.

“Kami juga tidak mau mendramatisir suasananya. Saya dalam perjalanan ke Garut. Mobil saya dilempar batu besar. Kalau kena kaca pasti pecah. Tapi ketika itu mobil yang saya tumpangi (melaju) kencang), yang penyok itu sebelah kiri. Saya tidak tahu pasti motivasi pelaku. Apakah murni kejahatan atau ada motif lain?” kenangnya.

Kondisi mobil Afifuddin usai dilempar batu oleh orang tak dikenal. (Ist)

Menurut Afif, Afif tidak ingin menyimpulkan peristiwa pelemparan batu itu sebagai bentuk kekerasan menjelang pesta demokrasi, terutama kepada penyelengara pemilu. Ia enggan mendramatisasi atau membesarkan berita tersebut. Namun, jika situasinya sampai pada proses hukum maka Bawaslu akan mematuhi aturannya.

“Dalam situasi yang kompetitif ini maka tertuduh utamanya adalah penyelenggara,” demikian Afif. [tsr]



Reporter  :   
Editor       :
Berita Terbaru lainnya