-- advertise --

Doktor Kriminolog Spesialis Ormas Pimpin Polda Metro Jaya

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Jakarta – Doktor Kriminologi Universitas Indonesia (UI), Irjen Gatot Eddy diamanahkan Kapolri untuk menjabat Kapolda Metro Jaya. Gatot akan melanjutkan tongkat komando Irjen Idham Azis yang promosi bintang tiga sebagai Kabareskrim.

“Gatot yang jadi Kapolda Metro Jaya, punya track record baik. Apalagi Gatot selama ini menjadi Kepala Satgas Nusantara yang sangat dekat dengan komunitas-komunitas masyarakat. Terutama kalangan ulama,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane kepada Ragampost, Selasa (22/1/2019).

Seperti diketahui, penujukan Gatot sebagai Kasatgas Nusantara merupakan instruksi langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tujuannya, untuk mendinginkan isu terkait politik. Khususnya menjelang pemilu serentak 2019 pada April mendatang.

“Suhu politik boleh panas, tapi jangan sampai berlebihan panasnya. Kalau melebihi panasnya, akan meledak,” kata Gatot saat memberikan ceramah di Masjid Jami Al-Ihsan, Jl Kerinci X, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 5 Juni 2018 lalu.

Terkait gelar doktor yang diraihnya tahun 2015, saat itu Gatot menulis disertasi terkait organisasi kemasyarakatan (ormas). Judulnya, “Transformasi Ormas Menjadi Kelompok Kekerasan (Studi terhadap Kekerasan Kelompok oleh Empat Ormas di Jakarta).” Salah satu promotornya saat itu adalah guru besar UI Prof Adrianus Meliala.

“Mengapa aktivis ormas melakukan kekerasan? Ya, karena terkait kebutuhan ekonomi. Contohnya, ketika melakukan penguasaan sebuah area lahan, yaitu untuk kebutuhan ekonomi. Dapat uang jago. Kalau ingin tuntas, pemerintah harus mampu menyediakan lapangan pekerjaan,” kata Gatot Eddy dalam sidangnya.

Dikutip dari situs UI, Gatot Eddy mengungkap tiga faktor yang menyebabkan ormas melakukan aksi kekerasan. Yakni, terganggunya kepentingan kelompok, terganggunya identitas kelompok, dan terganggunya organisasi sosial. Adapun ormas yang menjadi subjek penelitian Gatot adalah Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasila, Forkabi, dan Kembang Latar.

Gatot sendiri bukanlah orang baru di internal Polda Metro Jaya (PMJ) mau pun wilayah hukumnya. Mantan Kapolda Sulawesi Selatan itu pernah Kapolres Metro Depok pada 2008. Lalu, Kapolres Metro Jakarta Selatan di tahun berikutnya.

Selain itu, ia juga pernah menjadi Direktur Reskrimum PMJ pada 2011. Jabatan terakhir Gatot adalah Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri sejak pertengahan 2018. Sebelumnya, dia merupakan Staf Ahli Kapolri bidang Sosial dan Ekonomi pada 2017. (tsr)



Reporter  :   
Editor       :
Berita Terbaru lainnya