-- advertise --

Bawaslu Sorot Mekanisme Quality Control Pencetakan Surat Suara

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ikut mengawasi proses pencetakan surat suara pemilu. Ada empat poin yang menjadi catatan Bawaslu terkait proses pencetakan tersebut.

“Pertama, jumlah seluruh surat suara yang dicetak di PT tersebut terdiri dari total surat suara dan provinsi mana saja,” kata Anggota Bawaslu Muhammad Afifudin melalui pesan singkat elektronik, Minggu (20/1/2019).

Point kedua yang disampaikan Bawaslu, terkait timeline pekerjaan pencetakan surat suara. Kemudian, ada lima butir tambahan dalam poin ketiga yang menjadi sorotan Bawaslu. Khususnya, terkait pengawasan terhadap proses pencetakan.

Butir (a), kesesuaian desain surat suara dengan hasil cetakan. Lalu, butir (b), tentang mekanisme kerja mesin pencetakan dan kemampuan mesin percetakan surat suara. Baik itu cetak plat, cetak surat suara, desain hingga kualitas warna. Termasuk juga, security printing, pemotongan, sortis suara rusak hasil cetak dan kualitas pengepakan (bahan yang digunakan).

Kemudian, butir (c), soal mekanisme quality control yang dilakukan. Perlu laporan berkala terkait mekanisme pencetakan surat suara, surat suara rusak, surat suara kelebihan dari perusahan pencetakan. Bawaslu juga menyoroti kualitas tempat penyimpanan hasil cetak suara. pada butir (d). Terakhir, pada butir (e), Bawaslu menanggapi keamanan kerahasian cetakan surat suara.

Untuk poin keempat, terkait akses pengawas pemilu dalam melakukan pengawasan pencetakan. “Dalam hal ini pengawasan langsung dan akses dokumen,” demikian Afif.

Seperti diketahui, sebanyak 939.879.651 lembar surat suara pemilu serentak 2019, mulai dicetak, Minggu (20/1/2019). Untuk mencetak surat suara tersebut, KPU menghabiskan biaya sebesar Rp 603.342.100.900.

Totalnya, ada enam perusahaan pemenang lelang kertas suara pemilu secara elektronik (e-katalog). Antara lain, PT Aksara Grafika Pratama (Jakarta), PT Balai Pustaka (Jakarta), PT Temprina Media Grafika (Gresik, Jatim), PT Gramedia (Jakarta), PT Adi Perkasa (Makassar) dan PT Puri Panca Pujibangun (Surabaya). (tsr)



Reporter  :   
Editor       :
Berita Terbaru lainnya