-- advertise --

Tips Mengolah Batang Pisang Jadi Kertas Bernilai Seni

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Cianjur – Industri kreatif tidak hanya melibatkan kaum milenial. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah petani di Cikalong Kulon, Cianjur, Jawa Barat. Beberapa petani setempat terlibat langsung sebagai produsen paper art berbahan alam yang dinamakan Kertas Pareang.

Menurut salah satu petani, Pak Adun, dirinya memberdayakan kekayaan alam sekitar untuk membuat kertas unik daur ulang berbahan baku serat tumbuhan. Berikut tips dari Pak Adun tentang cara pembuatan Kertas Pareang dari gedebong (batang) pisang.

1. Siapkan Bak Cetak
Pertama-tama, siapkan bak cetak berukuran 2×2 meter untuk proses penyaringan serat kertas daur ulang. Tuangkan air bersih sebanyak 200 liter ke dalam bak. Setelah itu, masukkan lima kilogram lateks. Aduk rata di dalam bak.

Petani Cikalong Kulon mempersiapkan bak cetak untuk penyaringan serat kertas daur ulang. (RAGAMPOST.com/Tangguh Sipria Riang)

2. Hancurkan Kertas Bekas
Hancurkan 1,5 kilogram kertas bekas menggunakan tangan dalam ember berisi air. Kemudian, blender kertas tadi hingga berbentuk seperti bubur. Pindahkan kertas yang berbentuk bubur ke ember kosong.

Proses pembuatan bubur kertas secara manual dalam ember berisi air. (RAGAMPOST.com/Tangguh Sipria Riang)

3. Campurkan Gedebong Pisang
Ambil satu kilogram gedebong (batang) pohon pisang yang sudah tua. Bersihkan dan cacah hingga seukuran jari orang dewasa. Selanjutnya, blender gedebong pisang hingga menjadi bubur. Campur bubur gedebong pisang dan bubur kertas ke dalam cetakan. Aduk dan ratakan.

Teknik mencampur bubur gedebong pisang dan bubur menggunakan blender. (RAGAMPOST.com/Fajar Ferdian Pratama)

4. Cetak Kertas
Masukkan frame (cetakan) ke dalam bak. Kemudian, goyang-goyangkan cetakan sambil diangkat hingga ke permukaan air. Pastikan bubur kertas dan bubur gedebong tersaring merata di atas cetakan.

Bubur kertas dan bubur gedebong tersaring merata di atas cetakan. (RAGAMPOST.com/Tangguh Sipria Riang)

5. Salin Cetakan Kertas
Angkat cetakan secara perlahan dengan rata-rata air. Tempelkan cetakan ke atas frame pengeringan yang terbuat dari kain polos. Gosok bagian belakang cetakan menggunakan potongan paralon atau benda tumpul lainnya. Pastikan kertas terlepas dari cetakan dan menempel di frame pengeringan.

Pengrajin melepaskan kertas daur ulang dari cetakan ke frame pengeringan. (RAGAMPOST.com/Fajar Ferdian Pratama)

6. Proses Pengeringan
Jemur kertas berikut frame di bawah terik matahari. Tunggu hingga kertas benar-benar kering. Angkat setelah kering.

Kertas daur ulang dijemur di bawah terik matahari. (RAGAMPOST.com/Tangguh Sipria Riang)

Pak Adun menambahkan, ada beberapa bahan baku alam yang bisa digunakan sebagai serat kertas daur ulang. Selain gedebong pohon pisang, dapat juga menggunakan jerami, tanaman eceng gondong, dan bahan alam lainnya. Untuk tingkat ketebalan kertas, tergantung dari volume bubur campuran kertas dan gedebong pisang yang dimasukkan ke dalam bak cetak.

Hasil produksi kertas Pareang dari berbagai bahan baku alam siap dipasarkan. (RAGAMPOST.com/Fajar Ferdian Pratama)

Seperti diketahui, kelompok petani di Cikalong Kulon memanfaatkan sela-sela waktu bertani dengan memproduksi Kertas Pareang. Hasil produksi Kertas Pareang dipasarkan melalui akun media sosial Instagram @kertaspareang. Termasuk di beberapa toko kertas wilayah Bandung dan sekitarnya. Selamat berkreasi. (tsr)

 

Reporter : Fajar Ferdian Pratama (Kontributor Bandung)
Editor      : Tangguh Sipria Riang



Reporter  :   
Editor       :
Berita Terbaru lainnya