-- advertise --

Lalulintas Penerbangan Domestik Nataru 2018 Menurun

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Jakarta – Pos Koordinasi Nataru 2018/2019 Ditjen Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan merilis data penerbangan domestik di 36 bandar udara (bandara). Khususnya, sejak tanggal 20 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

“Total pesawat berangkat sebesar 26.641 penerbangan dengan total angkut angkut 3.278.453 penumpang. Sedangkan tahun lalu, tercatat 28.734 ada penerbangan dengan 3.787.218 penumpang. Turun sebesar 13,43 persen,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Hubud Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti dalam keterangan persnya, Kamis (3/1/2019).

Meskipun demikian, penurunan jumlah penumpang domestik hanya terjadi di pada 35 bandara. Khusus bandara Ngurah Rai, Denpasar justru mengalami kenaikan jumlah penumpang. Totalnya, ada 204.152 penumpang atau sebesar 3,46 persen yang berangkat dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Hal yang sama juga terjadi pada jumlah pergerakan pesawat luar negeri Nataru. Bandara Ngurah Rai mencatat kenaikan penumpang sebesar 24,72 persen. Untuk jumlah penumpang yang diangkut, mengalami lonjakan sebesar 54,01 persen dibandingkan dengan periode Nataru tahun lalu.

“Dengan demikian, secara keseluruhan penumpang yang berangkat pada masa Nataru dari 20 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019 mengalami penurunan sebesar 9,75 persen. Bila sebelumnya mencapai 4.376.668 penumpang, masa Nataru pada periode yang sama tahun ini hanya mencapai 3.949.936 penumpang,” urai Polana.

Aktivitas di ruang tunggu penumpang bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (RAGAMPOST.com/Tangguh Sipria Riang)

Ia menambahkan, jumlah pergerakan pesawat pun mengalami penurunan 5,56 persen dari 32.263 keberangkatan menjadi 30.470 keberangkatan pesawat.

Sementara itu, selama masa angkutan udara Nataru, terdapat tiga bandara yang menambah jam operasionalnya menjadi 24 jam. Yaitu, Bandara Ngurah Rai di Bali, Juanda di Surabaya dan Sam Ratulangi di Manado.

Menurut Polana, laporan dari Posko Terpadu hingga 1 Januari 2019, tidak ada permasalahan yang berarti terkait operasional angkutan udara. Meskipun saat ini Anak Gunung Krakatau tengah aktif mengeluarkan abu vulkanik dan erupsi Gunung Dukono di Maluku. hal itu bukanlah kendala yang berarti.

Polana juga mengapresiasi semua penyelenggara penerbangan. Baik itu dari jajaran Otoritas Bandar Udara, pengelola bandara, maskapai penerbangan dan penyelenggara navigasi penerbangan atas kelancaran operasional penerbangan tersebut.

Ia juga mengimbau seluruh stakeholder penerbangan agar tetap fokus dan bekerja keras dalam menciptakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam penerbangan. Polana mengingatkan untuk mengantisipasi cuaca yang sewaktu waktu dapat berubah. Mengingat pada periode Desember – Januari diprediksi akan menjadi puncak dari musim penghujan.

Untuk itu Polana juga mengimbau pada para penumpang untuk bersabar jika terjadi keterlambatan penerbangan akibat cuaca yang tidak mendukung. “Kami sudah instruksikan agar penerbangan selalu dalam koridor keselamatan, keamanan dan kenyamanan sesuai ketentuan. Jadi penyelenggara penerbangan harus menaati dan melayani penumpang dengan sebaik-baiknya, beri hak penumpang bila terjadi keterlambatan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (tsr)



Reporter  :   
Editor       :
Berita Terbaru lainnya