-- advertise --

Isu 70 Juta Surat Suara Tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Hoax

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Jakarta – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman dan sejumlah komisioner lainnya melakukan pengecekan di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), Rabu (3/1/2019) dinihari. Mereka memastikan bahwa, tidak ada kontainer bermuatan surat suara yang tercoblos masuk di area pelabuhan.

“Malam ini (Rabu), KPU bersama Bawaslu melakukan pengecekan, melakukan klarifikasi terhadap isu yang beredar,” ujar Arief di lokasi pengecekan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman dan komisioner lainnya memberikan keterangan pers di Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (3/1/2019) dinihari. (Ist)

Pengecekan itu dilakukan guna menindaklanjuti isu yang beredar sejak Selasa (2/1/2019) sore. Khususnya, terkait isu kedatangan tujuh kontainer asal China yang diduga ditemukan salah satu marinir TNI AL.

Dalam kontainer tersebut dikabarkan memuat 10 juta surat suara. Saat salah satu kontainer dibuka, terdapat surat suara tercoblos untuk pasangan nomor urut 1. Kemudian, surat suara yang diduga tercoblos itu disita oleh KPU.

“Hari ini kami memastikan, berdasarkan keterangan yang didapat oleh pihak Bea Cukai, tidak ada kebenaran tentang berita tujuh kontainer tersebut, itu tidak benar. Dan tidak ada juga kabar bahwa ada TNI AL yang menemukan itu, dan tidak benar bahwa KPU dikatakan telah menyita satu kontainer tersebut. Jadi, semua berita itu bohong,” tegas Arief.

Sementara itu, pihak Bea Cukai membenarkan terkait kedatangan tujuh kontainer asal China, tanggal 2 Januari 2019 pukul 16.30 WIB. Menurut Kasintel P2 Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU BC) Tanjung Priok Jakut, Tatang, pihaknya juga telah melakukan pengecekan kontainer tersebut.

Termasuk pemeriksaan terhadap semua dokumen atau Bill of Lading (BL) yang memuat tujuh kontainer melalui data on line. “Terdapat 1.300 dokumen/BL yang berisi tujuh kontainer, tidak ditemukan yang bermuatan surat suara,” kata Tatang.

Seorang pekerja memindahkan kardus yang diduga bermuatan surat suara di dalam kontainer asal China di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (3/1/2019) dinihari. (Ist)

Selain itu, pihak BC juga telah menyortir seluruh dokumen tujuh kontainer asal China tersebut. Namun tidak ditemukan kontainer yang bermuatan surat suara yang dimaksud.

“Petugas lapangan dari BC masih melakukan menyelidiki akan kebenaran info yang beredar melalui medsos terkait masuknya tujuh kontainer yang bermuatan surat suara tersebut. Informasi lain dari pihak di lapangan, antara lain TNI AL dan BIN Wilayah Jakut, bahwa informasi tersebut merupakan berita hoax,” demikian Tatang. (tsr)

Berita Terbaru lainnya