-- advertise --

Daya Tarik Terasering Panyaweuyan Diduga Jadi Ajang Pungli Parkir

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, MAJALENGKA – Wisata alam Terasering Panyaweuyan di Tejamulya, Argapura, Majalengka, Jawa Barat (Jabar) tercoreng dugaan praktek pungutan liar (pungli) oleh warga setempat. Bahkan, pengunjung mengeluhkan harga tiket parkir yang mendadak naik di kawasan tersebut.

“Beberapa bulan lalu tiket parkir untuk roda dua masih Rp 2 ribu. Tapi begitu saya ke sini lagi sekarang (naik) jadi Rp 5 ribu. Itu pun tidak ada karcisnya. Saya pikir karena momen tahun baruan, tapi kata petugas parkir sudah biasa harga segitu,” ujar Rois, wisatawan asal Patrol, Indramayu, Jabar Senin (31/12/2018) malam kepada Ragampost.com.

Petugas parkir diduga memungut biaya parkir seenaknya. Selain itu, praktek tersebut juga tidak jelas payung hukumnya. Padahal, regulasi parkir di beberapa titik wisata Kota Angin, masih relatif terkendali dan legal.

Salah satu spot favorit memotret di terasering Panyaweuyan. (RAGAMPOST.com/Tangguh SR)

Menurut Rois, dirinya dan beberapa orang teman sengaja datang ke Panyaweuyan untuk mengisi malam pergantian tahun baru. Rois mengaku, sebetulnya dirinya tidak memepersoalkan tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp 5 ribu.

Hanya saja, tambahnya, tarif parkir Rp 5 ribu itu sebetulnya jauh lebih besar dibandingkan tarif serupa di daerah asalnya. “Terlebih untuk ke sini (Panyaweuyan) kan lebih enak pakai motor. Bisa santai juga,” ungkapnya.

Selain tarif parkir, objek wisata itu juga memberlakukan tarif tiket masuk ke puncak Panyaweuyan. Namun, harga tiket ke puncak, tidak mengalami perubahan dari sebelumnya. Artinya, pengunjung tetap dikenakan tarif sebesar Rp 5 ribu untuk sekali masuk untuk menuju puncak.

Dalam kasus dugaan pungli ini, pemerintah belum mengambil tindakan tegas. Khususnya, Dinas Pariwisata selaku pengelola. Padahal, perilaku ilegal tersebut berdampak pada kerugian daerah Majalengka sendiri. Khususnya di bidang wisata. “Padahal wisata bisa besar asalkan tidak ada pungli. Wisatawan juga tidak akan merasa dirugikan oleh mereka,” demikian Rois.

Loket tiket sekaligus pos petugas parkir di terasering Panyaweuyan. (RAGAMPOST.com/Tangguh SR)

Sementara itu sesepuh kawasan Panyaweuyan, Abah Semoh membenarkan terkait kenaikan biaya parkir kendaraan roda dua tersebut. Selain kenaikan tarif parkir roda dua dari Rp 2 ribu menjadi Rp 5 ribu, kendaraan roda empat pun mengalami hal serupa. Untuk tarif parkir roda empat, semula Rp 5 ribu kini menjadi Rp 10 ribu.

“Benar. Soal biaya parkir segitu di lokasi Terasering. Karena dikelola oleh Karang Taruna. Kalau parkir yang dikelola saya, masih tetap Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk mobil. Ada karcisnya,” terang Abang Semoh saat berbincang-bincang dengan ragampost.

Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Majalengka Nomor 10 tahun 2010, tarif parkir sepeda motor di tepi jalan umum hanya dikenakan Rp 500, kendaraan sedang Rp 1.000 dan kendaraan besar sebesar seperti truk dan tronton Rp 2.500. Sedangkan di tempat khusus tarif parkir sepeda motor dikenakan Rp 1.000 serta mobil sebesar Rp 1.500. (tsr)

 

Reporter : Rakisa (Kontributor Majalengka)

Editor : Tangguh SR



Reporter  :   
Editor       :
Berita Terbaru lainnya