-- advertise --

Dua Kali Mangkir Alasan Pasien, Dokter Lia Dapat Surat Panggilan Ketiga Dari Polisi

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Seluma – Penyidik Sat Reskrim Polres Seluma, Bengkulu masih belum sanggup memanggil dokter Lia Lastaria. Bahkan, dalam dua kali pemanggilan caleg DPR RI yang terjerat kasus dugaan penggelembungan suara itu mangkir dengan alasan pekerjaan.

“Pada panggilan pertama yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan sedang menangani pasien, kemudian kami melayangkan panggilan kedua, dan ada surat dari kuasa hukumnya bahwa yang bersangkutan tidak bisa hadir, dan kemudian kita layangkan kembali surat pemanggilan ketiga,” kata Kasat Reskrim Polres Seluma AKP Rizka Fadhilah kepada wartawan, Senin (27/05/2019).

Lia mangkir dari panggilan pertama penyidik pada Senin 20 Mei lalu. Saat itu, keponakan mantan Gubernur Bengkulu Agusrin Najamuddin itu berhalangan karena alasan sedang ada pasien. Kemudian, Polisi kembali melayangkan pemanggilan kedua untuk pemeriksaan, lima hari kemudian, tepatnya 25 Mei. Namun, lagi-lagi Lia absen karena beralasan sedang berada di Jakarta mendampingi pasien di salah satu rumah sakit.

Saat ini, polisi lebih fokus pada ketiga tersangka untuk segera diproses hukum lebih lanjut. “Kita fokus dulu pada tiga tersangka, kita sedang koordinasi dengan Jaksa agar perkara ini cepat ke pengadilan,” terang Rizka.

Sementara untuk aktor intelektual inisial S, Rizka menambahkan belum ada perkembangan hingga saat ini. “Belum ada perkembangannya,” katanya.

Seperti diketahui, S adalah aktor intelektual yang diduga memberikan uang sebesar Rp 55 juta kepada ketiga tersangka tindak pidana pemilu. Dari keterangan Polisi sebelumnya, S saat ini berada di luar Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya, Kepolisian Resort Seluma telah menetapkan tiga anggota PPK Ulu Talo sebagai tersangka tindak pidana pemilu. Ketiga tersangka ditetapkan berdasarkan laporan Ketua Bawaslu Kabupaten Seluma, Yevrizal yang teregistrasi dengan nomor LP/72/V/2019/Bengkulu/SPKT Polres Seluma.

Pengumuman penetapkan tiga tersangka disampaikan langsung oleh Kapolres Seluma I Nyoman Mertadhana di Mapolres Seluma, Kamis (16/5/2019) lalu.

Ketiga tersangka adalah Azis Nugroho (24) selaku Ketua PPK Ulu Talo, Arizon (43) selaku sekretariat PPK Ulu Talo dan Andi Lala (36) selaku operator PPK Ulu Talo.

“Ketiganya kami tetapkan sebagai tersangka karena diduga menggelembungan suara caleg DPR RI atas nama Lia Lastaria dari Partai Gerindra,” kata I Nyoman Mertadhana.

Disampaikan Kapolres, ketiga tersangka sempat melarikan diri ke Jakarta dan kemudian berhasil ditangkap oleh petugas dari Polres Seluma dibantu Polda Metro Jaya.

Adapun modus tersangka dalam kasus itu adalah dengan menggelembungan suara caleg Gerindra sebanyak 952 suara.

“Suaranya 185 kemudian diubah menjadi 1137 suara, ada manipulasi suara sebanyak 952,” jelas Kapolres. [tsr]



Reporter  : Meinoor Adha   
Editor       : Tangguh Sipria Riang
Berita Terbaru lainnya