-- advertise --

Kontroversial, Celeg DPRD Provinsi Bengkulu Pajang Foto Bareng Pejabat TNI

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Argamakmur – Sebuah Baliho kampanye dari seorang calon legislatif (caleg) di Kota Argamakmur, Bengkulu Utara, memajang foto pejabat TNI aktif, Selasa (29/1/2019).

Baliho berukuran 2×5 meter itu diduga milik Caleg DPRD Provinsi Bengkulu dapil Bengkulu Tengah-Bengkulu Utara dari Partai Demokrat, Edyarsyah. Lokasi baliho dapat terlihat di pertigaan Jalan Siti Khadijah, Gunung Alam, Argamakmur.

Pantauan di lapangan, dalam baliho itu terdapat delapan foto pendukung sang caleg bersama tokoh dan pejabat publik setempat. Mulai dari pejabat instansi TNI, ASN hingga mantan Gubernur Bengkulu.

Selain itu, teradpat juga profil singkat Edyarsyah yang diketahui pernah menjabat sebagai Plt Bupati Bengkulu Tengah.

Kemunculan baliho dengan pejabat TNI tersebut menjadi sorotan serius Dandim 0423 Bengkulu Utara, Letkol Arh Ari Trisenta Nursanto. Dandim menegaskan, prinsip netralitas TNI dalam Pileg dan Pilpres 2019 harus tetap terjaga.

Ari mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bawaslu Bengkulu Utara agar baliho itu dicabut atau diganti. Karena menampilkan pejabat TNI AD aktif dan masih berseragam dinas.

“Itu sudah kita koordinasikan ke Bawaslu Bengkulu Utara agar diinfokan ke caleg tersebut agar banner ini dicabut atau diganti. Karena banner menampilkan pejabat TNI AD aktif masih berseragam dinas. Hal ini melanggar perintah Panglima TNI tentang prinsip netralitas TNI dalam Pilpres/Pileg. Mungkin personel TNI AD tersebut belum dimintai persetujuannya,” tegas Ari, Selasa (29/1/2019) dikutip dari RMOLBengkulu.

Sementara itu, Bawaslu Bengkulu Utara langsung menggelar rapat bersama Panwascam se-Kabupaten Bengkulu Utara, terkait baliho kontroversial itu. Bawaslu juga melibatkan pihak DPD Demokrat Bengkulu Utara, Kodim 0423 dan Panwascam setempat.

Baliho Caleg DPRD Provinsi Bengkulu dapil Bengkulu Tengah-Bengkulu Utara dari Partai Demokrat, Edyarsyah bersama pejabat TNI setelah diblok menggunakan cat. (Net)

“Sudah kita rapatkan dan diberi sanksi teguran. Responnya bagus. Yang bersangkutan langsung turun dengan menghapus gambar yang dimaksud dengan cat,” kata Anggota Bawaslu Bengkulu Utara, Tugiran.

Tugiran menambahkan, pihaknya tidak hanya melakukan penindakan kepada Edy. Namun juga upaya pencegahan dengan mencari solusi bersama-sama.

“Kita juga sudah intruksikan agar pihak Panwascam mendata dan melaporkan jika ada baliho yang terindikasi melakukan pelanggaran karena isi atau konten baliho, zonasi maupun jumlah baliho yang dipasang,” demikian Tugiran. [tsr]

 

Reporter : Sone (Kontributor Bengkulu Utara)
Editor      : Tangguh Sipria Riang



Reporter  :   
Editor       :
Berita Terbaru lainnya