-- advertise --

Pengamen Kasablanka Belajar Multimedia di Universitas Mercu Buana

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Jakarta – Belajar multimedia menjadi aset penting bagi 21 orang anak kampung Gasong, permukiman kumuh Menteng Atas, Jakarta Selatan (Jaksel). Mengingat, di era digital saat ini, keterampilan multimedia adalah wajib dan sangat dibutuhkan guna menjemput asa di masa depan.

Apalagi, proses pembelajaran tersebut melibatkan akademisi dari Universitas Mercu Buana (UMB), Meruya, Jakarta Barat. Pasalnya, selama ini, para pemulung dan pengamen itu hanya belajar mandiri di Bilik Pintar (Bilpin), kawasan Kota Kasablanka, Jaksel. Sebuah tempat belajar darurat yang didirikan oleh seorang warga kampung Gasong, Teguh Suprobo.

“Kalau di Bilpin, anak-anak ini belajar dengan fasilitas yang sangat minim,” ujar dosen Mercu Buana, Eugenius Kau Suni, Selasa (28/05/2019).

Menurut dosen yang akrab disapa Egi itu, semangat anak-anak Bilpin untuk terus belajar sangat besar. Untuk itu, pihak kampus sengaja mengundang mereka untuk belajar multimedia di Lab Komputer yang lengkap.

“Harapannya, mereka termotivasi untuk terus belajar dan kembali ke bangku sekolah. Sebab kebanyakan anak-anak ini terpaksa putus sekolah,” urai calon pemimpin masa depan Nusa Tenggara Timur itu.

Salah seorang peserta, Andre Dyasta, mengaku sangat senang bisa belajar komputer di Universitas Mercu Buana. Pria yang aktif mengamen ini, bercita-cita tinggi meraih edukasi.

“Saya sangat berterima kasih bisa belajar di sini (Mercu Buana), jadi mahasiswa, meski cuma sehari. Semoga kelak bisa lanjut sekolah sampai di sini untuk meraih cita-cita yang tinggi,” ungkap Andre.

Andre juga menyempatkan bermain gitar dan menyanyi di Lab Komputer tersebut. Bahkan, suara merdu Andre, menarik perhatian para dosen dan mahasiswa yang menjadi mentor pembelajaran berbasis multimedia ini.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Desain Komunikasi Visual, Tunjung Atmaji, mendukung pelatihan di Laboratorium Desain Grafis tersebut. Atmaji juga ikut menyemangati anak-anak untuk belajar menguasai teknologi multimedia.

“Anak-anak harus terus belajar ya. Jangan mau kalah dengan yang lain. Kalau semangat belajar dan menguasai teknologi multimedia ini, kalian bisa meraih cita-cita yang tinggi,” pesan Atmaji.

Rencananya, kegiatan pelatihan berbasis multimedia bagi anak-anak jalanan ini akan berlangsung selama 10 bulan. Materi yang diberikan tidak jauh dari dunia broadcasting. Seperti teknik camera dan editing, materi informatika, coding website dan coding game. Serta materi desain komunikasi visual seperti desain grafis dan foto.

Program pelatihan multimedia bagi anak-anak di Bilpin ini, digagas oleh dosen Mercu Buana dari Jurusan Informatika Eugenius Kau Suni dan Wawan Ridwan. Gagasan tersebut juga didukung dosen komunikasi visual Edwar Juanda. Program ini juga mendapat dukungan anggaran Hibah Dikti tahun 2019.

Untuk kegiatan kali ini, tiga mahasiswa dilibatkan sebagai mentor. Yaitu, Haidar Ilham Maulana, Muhammad Khairul Arifin dan Wahyu Rifo Prakoso. Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga untuk membantu pemerintah mengatasi angka putus sekolah yang semakin tinggi di DKI Jakarta. [tsr]



Reporter  : Gomes Roberto   
Editor       : Tangguh Sipria Riang
Berita Terbaru lainnya