-- advertise --

Finalis Putri Indonesia Geruduk Rutan Cipinang, Ada Apa?

0

-- advertise --

RAGAMPOST.COM, Jakarta – Rumah Tahanan (rutan) Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, mendadak digeruduk puluhan wanita cantik, Minggu (3/3/2019). Mereka adalah para Finalis Puteri Indonesia yang hadir untuk melihat berbagai kerajinan di rutan tersebut.

Sekaligus mengamati langsung kehidupan di rutan sebagai materi yang akan menjadi pertanyaan dalam final mendatang.
“Untuk pertama kalinya saya datang ke rutan,” ungkap finalis Puteri Indonesia asal Jawa Timur, Bella Putri Ekasandra.

Bahkan, Bella mengaku takjub melihat keadaan di dalam rutan. Menurutnya, kondisi rutan yang ada tidak seperti apa yang dibayangkan. “Semua tak seperti yang saya bayangkan. Ini tidak seseram yang saya pikirkan. Di sini (Rutan) sangat nyaman, indah dan seru,” imbuhnya.

Menurut Bella, meski berada di balik jeruji, warga binaan yang ada masih bisa memberikan hasil terbaik. Mereka membuat berbagai hasil karya dengan keterbatasan yang dimiliki.

“Di sini mereka belajar berbagai kreasi yang nantinya akan menjadi modal mereka saat bebas. Untuk lebih maju ke depannya,” tutur gadis 19 tahun tersebut.

Bella menjelaskan, hasil kunjungannya ke rutan nanti akan menjadi materi dalam putaran final Puteri Indonesia. Apalagi Bella menilai kehidupan yang ada di dalam rutan tidak seperti paradigma yang dibayangkan.

“Semua manusia memiliki banyak kesalahan dan bisa memperbaiki kesalahan mereka agar lebih baik lagi. Ini upaya mereka untuk mengubah hidupnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Cipinang, Oga Darmawan berharap, finalis Putri Indonesia dapat menyampaikan ke masyarakat terkait kondisi di dalam rutan. Selain itu, kehadiran Puteri Indonesia bisa menjadi semangat bagi warga binaan.

“Dukungan moril yang diberikan ke warga binaan diharapkan bisa menjadikan mereka sebagai manusia yang percaya diri,” timpal Oga.

Karutan menambahkan, kondisi rutan saat sudah mengalami banyak perubahan. Termasuk berbagai kegiatan di dalamnya. Sejumlah kegiatan, mulai dari pembuatan kopi, penyablonan kaos, kegiatan seni, menjahit dan melukis, mengisi keseharian para warga binaan.

“Atas prakarsa Yayasan Jerra, kita punya program untuk konsep Zero Residivis. Dimana warga binaan dibekali dengan kerajinan. Diharapkan dapat memberikan dukungan bagi mereka agar menjadi semangat baru,” pungkasnya. [tsr]



Reporter  :   
Editor       :